Tips Dari Psikolog Untuk Mulai Biasakan Anak Berpuasa

Masa-masa puasa Ramadan seperti ini biasanya merupakan masa seorang anak mulai untuk belajar berpuasa. Hal ini biasa dilakukan orangtua untuk mulai mengenalkan dan membiasakan anak terhadap ibadah ini.

Meski usia terbaik seorang anak berpuasa adalah 7 tahun ke atas, tak ada salahnya memperkenalkan kebiasaan tersebut sejak anak usia dini. Tujuannya agar anak suka dan cinta terhadap kebiasaan tersebut.

“Pada anak usia 7 tahun ke bawah, target melatih anak puasa adalah suka dan cinta,” ujar psikolog Oktina Burlianti.

Saat melatih anak berpuasa, orangtua bisa mencontohkan caranya, mulai dari makan sahur serta tidak makan dan minum selepas matahari terbit hingga menjelang matahari terbenam. Namun, Oktina berpesan, terpenting adalah membangun atmosfer bahwa puasa itu menyenangkan.

“Poin pentingnya adalah atmosfer atau suasana bahwa puasa itu menyenangkan dan banyak kebaikan yang harus dibangun,” Oktina menjelaskan.

Bangun Suasana Penuh Cinta

Misalnya, orangtua dapat bercerita pada anak tentang keasyikan berpuasa lalu membangun suasana sahur yang penuh cinta dan kehangatan.

“Ketika menahan lapar, contohkan seperti ‘perlombaan’ yang disukai Allah. Ketika buka puasa, ajak anak merasakan senangnya menyiapkan buka puasa. Memilih makanan buka puasa yang terbaik. Semua dilakukan dengan atmoster yang bahagia, penuh cinta,” lanjutnya.

Menurut Oktina, suasana positif tersebut akan membuat anak mengasosiasikan puasa sebagai kenangan indah dan menyenangkan di mana keluarga berkumpul dan tercipta kehangatan. Nantinya, kesan tersebut akan membangkitkan gairah anak untuk melakukan ibadah.

“Jika gairah ibadahnya sudah terbangun, maka dia akan beribadah seumur hidup,” tandas Oktina.

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *